“GAME ADALAH MAINAN ANAKANAK” ADALAH ANGGAPAN KUNO. KEMUNCULAN STEAM PUN MENGUATKAN STATEMENT BAHWA BERMAIN GAME ADALAH KONSUMSI SEGALA USIA. MELALUI STEAM, ANDA JUGA BISA MENGHASILKAN UANG. DI SISI LAIN, ANDA JUGA BISA MELAKUKAN GERAKAN KEMANUSIAAN. SEBENARNYA APAKAH STEAM ITU ?

P ada jaman sekarang, cukup jarang ditemui orang yang tidak yang baru belajar mengeja “Mama” dan “Papa”, hing- ga yang sudah paruh baya, menikmati berbagai ma- cam game dari berbagai genre. Apalagi, game jaman doyan bermain game. Mulai dari anak sekarang tidak hanya dibekali dengan tampilan visual yang canggih yang hampir menyerupai dunia nyata, melainkan juga kontrol yang mudah yang memungkinkan gamer dari berbagai usia dapat dengan mudah menjalankannya. Game sendiri memang mengalami berbagai peningkatan yang berarti, termasuk dalam hal kontrolnya yang semakin mudah dimengerti dan dikendalikan. Berbicara soal game, tidak akan lepas dari yang namanya PC (Personal Computer). PC memang menjadi idaman tersendiri bagi para gamer.

Selain dari kemudahannya dalam melakukan upgrade, juga tidak sedikit game developer yang selalu merilis produknya ke PC, selain console. Bahkan, beberapa game yang populer hanya dirilis di PC saja, baik itu yang berbasis Windows, Linux, maupun Mac OS. Mouse dan keyboard memang menjadi kontrol ciri khas PC yang membawa kenikmatan tersendiri. Permasalahan yang dihadapi oleh para game developer di PC adalah kurangnya kepedulian dari para gamer untuk membeli game yang orisinal. Permasalahan ini, kurang-lebih juga menjadi faktor penyebab tidak dirilisnya beberapa judul game di PC karena tingkat pembajakannya yang cukup tinggi. CEO dari game developer ternama Ubisoft, Yves Guillemot bahkan pernah mengatakan kepada Gamesindustry International bahwa game yang dirilis di PC, memiliki rating pembajakan sebanyak 93-95 persen. Jumlah yang cukup mencengangkan, bukan ? Tentunya, pembajakan game tidak terjadi begitu saja, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pembajakan lebih populer ketimbang membeli game yang orisinal. Penyebab tersebut antara lain dari segi kesulitan untuk mendapatkan copy-nya dan juga dari faktor harga yang terkesan mahal dan kurang terjangkau.

Website yang menyediakan file game-game terbaru siap download dengan “gratis” pun menjadi incaran karena lebih menggiurkan. Sedangkan gamer yang tidak memiliki koneksi internet, lebih memilih membelinya di toko-toko game. Kemunculan Steam yang diusung oleh Valve sejak Januari 2003 lewat game legenda: Counter Strike ternyata menjadi awal dari sebuah perubahan. Ketika itu, memang Steam belum mengu sung game-game dari publisher lainnya. Tetapi seiring berjalannya waktu, yaitu pada 2007 publisher ternama seperti id Software, Eidos Interactive dan Capcom mulai bekerja sama dengan Steam dengan mempublikasikan gamenya disana. Hal ini juga dipengaruhi oleh profit signifikan yang dihasilkan oleh Steam sehingga menarik minat mereka. Sebenar nya, konsep bermain apa yang mereka jual sehingga menarik minat orang untuk membeli game orisinal?

Steam membuat pengalaman bermain game menjadi sesuatu yang menarik

Sekali Anda menginstall Steam Client, Anda akan merasakan perbedaanya. Bermain game menjadi serasa lebih menyenangkan karena Anda tidak sendiri. Anda bisa mengetahui siapa teman (disebut sebagai istilah “Friend”) yang online beserta game apa yang sedang mereka mainkan. Melalui Steam juga, Anda bisa mengetahui game baru apa saja yang dibeli oleh seorang teman. Jika kebetulan game yang Anda miliki sama dengan teman, dan game tersebut memiliki feature Multiplayer, Anda dapat mengajaknya bermain bersama. Melalui Steam, Anda juga bisa chat dengan teman dari berbagai belahan dunia. Inilah penga laman bermain game yang tidak bisa dirasakan jika kita tidak menggunakan game yang orisinal. Nah, untuk dapat memulai menggunakan Steam, Anda bisa menginstall client-nya terlebih dahulu lewat website resminya di http://store.steampowered.com/ setelah membuat akun baru.

Aplikasi ini gratis dan hanya berukuran 1.5 MB. Selanjutnya, aplikasi Steam ini akan men-download beberapa file yang dibutuhkannya dan memperbarui dirinya sendiri setiap kali ada yang baru. Aplikasi ini bisa berjalan pada OS berbasiskan Windows, Linux, dan Mac. Meski begitu, belum tentu semua game yang tersedia disini bisa dimainkan di ketiga platform tersebut. Sebagian besar game yang beredar di Steam beroperasi pada Windows OS. Steam baru-baru ini juga merilis konsolnya yang menggunakan Steam OS.

Meski begitu, konsol dari Steam tetaplah sebuah PC yang bentuknya “disulap” menjadi lebih compact. Hal menarik lainnya dari Steam adalah tersediannya sistem Level, Trading Card dan Badge. Seorang user bisa menaikkan level dari Profil mereka dengan jumlah Experience Poin (selanjutnya akan disebut “XP”) yang ada. XP tersebut didapatkan dari penyelesaian tugas tertentu seperti melakukan trade dengan pemain lain, hingga mengupload video. Experience point juga bisa didapatkan dari pembelian game dan juga Craft Badge dari susunan kartu (trading card) yang sudah lengkap dari gamegame tertentu. Seiring bertambahnya level, semakin banyak pula hal baru yang bisa Anda lakukan.

Misalkan saja menambah jumlah teman, menggunakan “Featured Showcase” pada Profil depan. Feature Showcase ini dapat membantu Anda untuk “memamerkan” koleksi maupun prestasi Anda di game-game yang sudah Anda mainkan. Kita juga dapat memajang beberapa item yang kita buka untuk trade dengan gamer lainnya. Dengan bertambahnya level, juga meningkatkan kesempatan kita untuk mendapatkan booster dari koleksi trading card yang muncul secara random setiap minggunya. Kartu-kartu ini hanya tersedia pada game tertentu saja. Jika Anda tidak memerlukannya, Anda bisa menjualnya di Market mulai dari $0.03 hingga beberapa dollar untuk kartu langka seperti jenis Foil.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *