Ibu Mayke, anak lelaki saya (7) punya kebiasaan bersih yang menurut saya agak keterlaluan. Ia terlalu menjaga kerapian dan kebersihan dalam segala hal, terutama yang menyangkut dirinya yaitu pakaian, meja belajar, dan tempat tidurnya. Semua harus bersih dan tertata rapi. Ia selalu curiga ada kuman di badannya, sehingga sering mandi berulang-ulang, bisa empat sampai lima kali sehari. Belum lagi kalau mau makan, cuci tangannya itu bisa berulang. Sering ketika sudah siap berangkat sekolah, tiba-tiba ia balik lagi masuk ke dalam rumah untuk cuci tangan. Bajunya juga bisa berkali-kali ganti kalau merasa tubuhnya keringatan.

Kalau mandi sore, bisa lama sekali. Akibatnya saya sering gedor-gedor pintu karena takut dia ketinggalan salat Magrib. Sering kali, karena jengkel dan tak sabar, ayahnya membentak dan memarahinya. Bukannya berhenti, anak saya cuek saja. Bu, saya takut anak saya menderita gangguan jiwa. Dari mana ya dia berlaku seperti itu? Padahal saya dan papanya hidup biasa-biasa saja dalam hal kebersihannya. Artinya kebersihan diri sebatas yang kami rasa wajar saja. Mohon jawaban Ibu Mayke karena saya sangat khawatir. Ibu Joice, berdasarkan ciriciri yang Ibu kemukakan, dapat dipastikan bahwa putra Ibu mengalami gangguan obsesifkompulsif.

Obsesif, artinya pikiran yang terus-menerus muncul di dalam benak anak, misalnya cemas terkena penyakit kalau tidak cuci tangan; dan kompulsif tindakan yang mengiringi obsesinya. Para penderita mempunyai kecemasan yang tinggi. Kalau Ibu Joice merasa tidak ada hal istimewa dengan diri ibu ataupun suami, maka bagaimana dengan keluarga besar lain? Pada umumnya gangguan obsesif kompusif secara genetik bisa diturunkan.

Menegur, memarahi, membentak anak, tidak akan berhasil, malah membuat anak semakin cemas dan terdorong untuk melakukannya. Mereka terkadang merasa lelah, namun tak kuasa menghentikan pikiran dan perilaku yang muncul berulang kali. Perlu penanganan oleh tenaga ahli untuk membantu masalah anak. Ibu bisa memerhatikan, dalam situasi apa perilaku tersebut lebih sering muncul. Konsultasikan anak ke seorang psikolog klinis anak agar dapat diberikan terapi psikologis (psikoterapi).

Beberapa klinik misalnya, Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Anak, di Fakultas Psikologi UI, kampus UI, Depok, telepon (021) 7888 1150 atau 081510073561, dan ada beberapa klinik lainnya. Di rumah, coba lakukan pendekatan pada anak dengan lebih sering mengajak anak berinteraksi melalui kegiatan bermain, membicarakan hal-hal yang menjadi hobinya dan mencoba untuk menyediakan fasilitas dan waktu dalam menemani anak menjalani hobinya; mencari tahu apa yang sering dia cemaskan, mengurangi tuntutan pada anak. Semoga Ibu dan suami mau bahu membahu menolong putra Ibu.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing bisa mengikuti pelatihan di lembaga kursus bahasa Perancis di Jakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *